Tunisia Wajibkan Para Prianya Poligami, Benarkah?

Tunisia Wajibkan Para Prianya Poligami, Benarkah?


Biaya Sampai Pernikahan ke 4 dibiayai negara ? Faktanya adalah :

Tunisia merupakan kiblat revolusi, demokrasi dan hak asasi manusia di Timur-Tengah, bahkan dunia Islam. Sebagai pemantik revolusi, Tunisia membuktikan sebagai negara yang berhasil untuk melakukan perubahan dalam hal berpoligami.
Poligami dalam islam sangat berat dan hanya diperbolehkan bagi pria yang mampu berlaku adil kepada istri-istrinya. Dibeberapa negara Islam, poligami sendiri pun sudah dibatasi. terutama di Tunisia. Bahkan Tunisia dan Turki pun sudah resmi menghapus poligami, kata seorang pakar hukum Islam di Australia.
"Poligami diperbolehkan bagi pria Muslim yang mampu berlaku adil terhadap istri-istrinya. Yang bersangkutan pun harus punya alasan yang dapat diterima mengapa dia ingin menikahi lebih dari satu wanita." kata Dosen Hukum Islam Universitas Teknologi Sydney (UTS), Jamila Hussain, di Brisbane.
Berbicara di depan puluhan akademisi, pengacara dan pengamat masalah Islam yang menghadiri diskusi terbuka tentang isu hukum diseputar kehidupan komunitas Muslim di Australia itu mengatakan, beberapa negara Islam telah membatasi poligami. Bahkan Tunisia dan Turki sudah resmi melarang poligami.
Jamilla Hussain yang mengangkat topik bahasan "Syariah dan Hukum Keluarga Australia" dalam diskusi terbuka yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Queensland (UQ) ini mengatakan, hampir tidak ada pertentangan antara hukum Islam dan hukum Keluarga di Australia, kecuali tentang aturan poligami dan pernikahan beda agama.
Dalam masalah kawin beda agama, penulis buku "Islam Its Law and Society" (2004) ini mengatakan, perempuan Muslim tidak diperbolehkan menikah perempuan ahlul kitab (Yahudi dan Kristen) tetapi tidak perempuan yang bukan dari ahlul kitab.
Pada umumnya, kawin beda agama ini tidak disarankan karena rentan terhadap munculnya konflik keluarga di masa depan, kata Hassain dalam acara diskusi yang dipandu pakar hukum Islam UQ, Ann Black, itu. Jadi sebisa mungkin menikahi seorang dengan keyakinan yang sama untuk menghidari konflik yang terjadi. Meskipun kita semua tidak menampik bahwa pasangan dengan keyakinan yang sama pun tidak jauh dari konflik rumah tangga setelah menikah. 

Mengenai masalah perceraian, ia melihat hukum Australia belum mengatur perihal perceraian yang bersifat agama sehingga para wanita Muslim menghadapi beberapa kesulitan, seperti adanya masa penungguan selama setahun tanpa dukungan dan tidak memperoleh putusan cerai secara agama.
Ada beberapa perempuan Muslim di Australia yang bahkan tidak bisa menikah lagi. Beberapa negara Muslim, perceraian sipil bahkan tidak diakui, katanya.
Acara diskusi yang menghadirkan akademisi, imam masjid dan pengacara Muslim dan non-Muslim Australia itu juga membahas masalah imigran dan pengungsi Muslim di Australia, warisan, praktik agama dan pendidikan serta produk keuangan dan ekonomi Islam.Para pembicara lainnya adalah Rob Lachowicz akademisi Universitas Griffith) dan Ishaq Burney (pengacara). Di Australia terdapat sekitar 400.000 orang Muslim.


 Jadi Bila kita mendengar bahwa Tunisia mewajibkan para prianya berpoligami adalah hoax! Jangan keburu heboh ya..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Bawah Artikel