6 Pertanyaan Yang Anti Di Lontarkan Saat Melamar Kerja

    6 Pertanyaan Yang Anti Di Lontarkan Saat Melamar Kerja

 

Jika kamu pernah diwawancara saat akan melamar kerja tentu masih ingat ketika disodorkan pertanyaan “Apakah Ada pertanyaan? di penghujung sesi. Apakah ada yang namanya pertanyaan bodoh? ya, mungkin ada walau begitu, ada saja yang namanya pertanyaan yang tidak boleh ditanyakan saat masih di tahap wawancar. Sebaiknya kamu jangan pernah menanyakan Apakah saya sudah diterima?
Mengapa tidak boleh menanyakan pertanyaan itu?
Kamu merasa wawancara berjalan baik dan pewawancara tampaknya akan menerima kamu dan menawarkan kontrak kerja. Jadi apa salahnya menanyakan hal tersebut agar lebih pasti?
Sekilas pandang, pertanyaan ini memang tampaknya menunjukkan antusiasme kamu, atau ambisiusnya kamu. Namun pertanyaan ini bisa memberi dua kesan negatif: Kamu desperate sekali seakan nyaris putus asa, atau kamu tidak sabar dan arogan. Keduanya tentu tidak ideal, bukan?
Terlebih lagi, jika kamu  dianggap desperate dan sangat butuh pekerjaan ini, persepsi ini nantinya bisa-bisa mempengaruhi keputusan perusahaan saat mempertimbangkan gaji karena Anda dianggap lebih butuh pekerjaan ini dibanding mereka yang membutuhkan kamu.
Apakah pertanyaan- pertanyaan ini bersifat fatal jika terucap saat wawancara kerja? Tidak juga, karena semua masih kembali ke seberapa sukses Anda menjalani wawancara hingga titik pertimbangan pewawancara tersebut.

  

Jangan pernah menanyakan 6 Pertanyaan ini saat wawancara kerja!

1. Berapa gaji saya dalam posisi ini?
Hindarilah pembahasan mengenai gaji pada saat wawancara, karena pada akhirnya kamu sendiri yang akan mendapat pertanyaan oleh si pewawancara berapa gaji yang kamu harapkan. Jika kamu menanyakan tentang gaji maka itu menandakan bahwa kamu bekerja untuk mengejar gaji daripada berkonsentrasi dalam pekerjaan.

2. Apakah yang dilakukan oleh perusahaan ini?
Dengan menanyakaan pertanyaan ini maka itu menandakan kamu sama sekali tidak meluangkan waktu untuk melakukan riset, yang berarti juga menandakan kamu tidak peduli. Hal itu akan memberikan nilai negatif pada diri kamu dan akan membuat si pewawancara ragu terhadapmu.

3. Dapatkah saya bekerja di rumah
Membawa pekerjaan di rumah atau ekstra time at home memang adalah hal yang sedang trend di perusahaan asing khususnya yang berbasis IT, dan karyawan-karyawan mereka terkadang diperbolehkan bekerja dari rumah jika produktivitas mereka telah terbukti dan dapat dipercaya.
Tetapi tetap saja interview kerja bukanlah saat yang tepat untuk menanyakan hal itu, terlebih jika tidak tertera dalam deskripsi pekerjaan.

4. Berapa jam saya akan bekerja?
Dengan menanyakan mengenai jam dan pekerjaan ekstra yang akan kamu lakukan, itu akan terdengar seperti kamu mengharapkan mendapatkan sedikit waktu untuk bekerja. Jika kamu benar-benar ingin mengetahui hal ini maka kamu dapat mengganti pertanyaan dengan memancing si pewawancara seperti "bagaimanakah kebudayaan kerja dalam perusahaan ini?"

5. Berapa lama waktu istirahat saya?
Intinya, pertanyaan apapun yang membuat kamu seolah tidak terlihat fokus ke pekerjaan kamu maka, jangan tanyakan pertanyaan tersebut. Seperti kebanyakan pertanyaan serupa lainnya, hal itu akan membuat kamu mendapatkan nilai negatif tersendiri sebagai seseorang yang tidak ingin bekerja.

6. Kapankah saya mendapatkan cuti?
Kamu belum bekerja namun sudah berusaha mencari tahu kapan kamu bisa mendapatkan libur ataupun cuti, itu menandakan bahwa kamu tidak akan berkomitmen terhadap pekerjaanmu.
Pertanyaan itu juga dapat menunjukkan bahwa kamu akan selalu mengutamakan kebutuhan personal ataupun pribadi dibandingkan perusahaan.

Jangan sampai ya 6 pertanyaan itu akan menggagalkan peluang kamu mendapatkan pekerjaan. Jadi pikir lagi ya sebelum menanyakan pertanyaan diatas saat melamar kerja

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel