Ongkos Kirim JNE Naik 20%

Ongkos Kirim JNE Naik 20%

Penyesuaian Tarif Hingga 20%

Kecepatan serta kehandalan layanan yang konsisten dan bertanggung jawab membuat kredibilitas JNE semakin tinggi di mata pelanggan ataupun mitra kerja.
Seiring dengan meningkatnya investasi asing, pertumbuhan ekonomi dalam negeri, serta perkembangan teknologi informasi, serta beragam inovasi produk yang dikembangkan, kinerja JNE semakin bertumbuh dan berkembang di kalangan dunia usaha maupun masyarakat Indonesia.
Perkembangan dunia usaha serta gaya hidup masyarakat membuat permintaan penanganan kiriman import lebih peka dan semakin berkembang. Tidak hanya mencakup paket kecil dan dokumen, namun merambah pada penanganan transportasi, logistik, serta distribusi.
Peluang yang terus tumbuh ini mendorong JNE guna terus memperluas jaringannya ke seluruh kota besar di Indonesia. Saat ini titik-titik layanan JNE telah mencapai diatas 6,000 lokasi dan masih bertambah, dengan jumlah karyawan lebih dari 40,000 orang.
Perusahaan jasa pengiriman barang PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menaikkan tarif ongkos kirim rata-rata sebesar 20 %. Kenaikan tarif ongkir ini adalah penyesuaian atas biaya cargo pesawat. Presiden Direktur JNE M Feriadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 6 Januari 2019, menberitahu bahwa penyesuaian tarif pengiriman JNE berlaku bagi layanan Regular, OKE dan YES mulai tanggal 15 Januari 2019 pada pukul 00:01 WIB.
Penyesuaian tarif yang baru saja berlaku untuk pengiriman paket di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang serta Bekasi) ke seluruh tujuan dalam negeri. Sementara itu, untuk pengiriman paket dalam kota atau antar kota dalam Jabodetabek tetap berlaku tarif normal.
Kenaikan tarif dari Jabodetabek, tergantung pada tujuan pengiriman paket serta jenis layanan yang digunakan dengan kenaikan rata-rata sebesar 20 persen.
Menurut presdir JNE, langkah penyesuaian tarif pengiriman ini dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan melanjutkan berbagai inovasi maupun pengembangan perusahaan. 


Feriadi juga merupakan Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo), menambahkan pihaknya bersama dengan lebih dari 200 perusahaan anggota asosiasi itu telah sepakat untuk melakukan penyesuaian tarif pengiriman di bulan Januari 2019.
Langkah tersebut sesuai dengan arahan dari DPP Asperindo melalui surat No. 122/ DPP.ASPER/XI/2018 supaya iklim usaha antara perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik tetap kondusif serta harmonis.
Guna menghadapi kenaikan harga cargo udara maupun tarif Surat Muatan Udara ataupun biaya cargo udara sebesar rata-rata kurang lebih 70 % yang sudah ditetapkan oleh pihak maskapai penerbangan, JNE bersama dengan perusahaan anggota Asperindo lainnya, juga turut serta menjalankan beberapa langkah strategis selain melakukan penyesuaian tarif ongkos kirim JNE.
Langkah tersebut yaitu dengan memilih modal transportasi alternatif untuk paket dengan tujuan yang memungkinkan dikirimkan menggunakan selain pesawat terbang, dan menyusun rencana untuk menyediakan angkutan freighter yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh anggota Asperindo.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel