Barang KW Produk China Murah dan Laris Yang Menguasai Pasar Global

Barang KW Produk China Murah dan Laris Yang Menguasai Pasar Global

Sebenarnya tidak cuma tas-tas wanita bermerk saja ada yang KW asal Cina. Kemungkinan besar hampir semua barang ada versi KW nya di Cina. Jika hanya KW tas branded sih kamu paling hanya memikirkan gengsinya saja, tetapi bayangkan jika spare part pesawat atau obat-obatan. Jika soal itu memang serius dan sangat membahayakan untuk kelangsungan hidup banyak orang. Karena, kita tidak akan tahu kualitas barang KW seperti spare part mobil, spare part pesawat bahkan obat-obatan yang abal-abal. 

Di Cina nya, barang-barang KW itu kini semakin canggih hasil produksinya. Bayangkan apabila banyak barang abal-abal asal negeri Panda ini terlihat seperti aslinya serta sama sekalipun tidak ada perbedaannya.
Indonesia juga ada yang menghasilkan barang abal-abal hanya skalanya tidak besar seperti Negeri Tirai Bambu ini. Jika di Cina itu mencapai 63,2 persen, Turki 3,8 persen, Singapura 1,9 persen, Thailand 1,6 persen, India 1,2 persen, Maroko 0,6 persen, Pakistan 0,4 persen serta Mesir 0,4 persen.
Adapaun sebutan bagi barang KW Cina. "Shanzai" merupakan sebutan barang abal-abal dari Cina diberi nama Shanzai, analoginya jika kata tersebut menggambarkan jika barang-barang tiruan itu datangnya dari pabrik di wilayah pedesaan miskin.
Tidak heran jika tas-tas merk terkenal banyak yang palsu hingga ke pasar internasional. Pabrikan produk aslinya saja juga ada di Cina, jadi kemungkinan untuk bisa ditiru sangat bisa sekali.
Harga barang KW asal Cina memang mirip sekali. Jika kamu sudah pernah membelinya pasti akan terheran-heran dengan harganya jauh lebih murah dari pada produk aslinya.
Sumber daya manusia di Cina yang terkenal dengan ulet dan pintarnya dijadikan senjata bagi pemerintahnya dalam mengelola kestabilan ekonomi. Di Cina sudah terkenal dengan home industry yang sudah dibina oleh pemerintah, dimana dalam membuat suatu produk misalnya sepeda, terdapat ratusan home industry yang mengerjakannya. Pabrik hanya bertugas merakit hasil home industry tersebut. Di negeri tirai bambu ini, pendirian mall dibatasi. Dalam satu kota hanya diperbolehkan satu mall, itupun dengan syarat dan izin yang begitu sulit. Tujuannya untuk menghidupkan pengusaha-pengusaha kecil yang berjualan di toko-toko.
Yang lebih hebatnya di Shenzen, salah satu kota di China, terdapat pusat penjualan barang-barang palsu. Pemerintah negeri tirai bambu ini tidak melarang rakyatnya untuk melakukan pemalsuan produk, hal tersebut bertujuan supaya rakyatnya terbiasa menggunakan otak kanannya. Tidak dipungkiri, pemalsuan barang-barang tersebut mendongkrak perekonomian negeri Cina. Tidak diragukan lagi Cina.
Di saat negara Indonesia sedang berjuang mati-matian untuk meningkatkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, di lain pihak Cina justru mengalami tekanan dari dunia supaya mau mengambangkan nilai mata uangnya yang dinilai dipatok terlalu rendah. Pematokan nilai yuan yang telah dilakukan semenjak tahun 1994 ini diprotes sebab dianggap sebagai penyebab utama miringnya harga produk-produk Cina di pasar global 
 
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel