Cara Belajar Yang Efektif: Deliberate Practice (DP) - Zenius Blog Cara Belajar Efektif

Cara Belajar yang Efektif: Deliberate Practice (DP) - Zenius Blog

Allow, selamat malam, pada kali ini akan menjelaskan mengenai cara belajar efektif Cara Belajar yang Efektif: Deliberate Practice (DP) - Zenius Blog simak selengkapnya 

Orang bisa jagoan pada suatu bidang bukan akibat bakat, tetapi akibat Deliberate Practice. Artikel ini mengangkat beres barang apa itu Deliberate Practice engat bisa menjadi konsep belajar yang efektif.

Great performance is more valuable than ever — but where does it really come from? -Geoff Colvin-

[Editor’s note: Kalau lo akan dengerin lagi versi audio dari artikel di bawah ini, bisa ]

Kali ini gw bahan ngenalin konsep belajar yang efektif banget! Deliberate Practice. Selama gw ngajar, anak-anak yang gw ajarin atas ngerasa ga jagoan di bidang ini, nggak bakat di bidang itu, males di bidang tertentu, dan keadaan lainnya. Sebenernya berdasarkan pengalaman dan pengamatan gw, banyak anak yg sebetulnya ngerasa kayak gitu, atas alhasil bisa jadi jago. Karena banyak yang (kalo gw perhatiin) mengalami kejayaan IQ yang cukup bena berkisar 10–30 poin, semasa 1–3 warsa dengan belajar berjalan menerus. Di bidang beda pun, seperti matematika lagi kelihatan bisa mengalami peningkatan. Dari keadaan itu, bagi feeling gw, kelihatan bakat itu nggak terlalu ngaruh, akibat bisa dikembangin asal sedia pembelajaran atau edukasi yang bener.

Gw semakin yakin setelah alhasil nemu sebuah buku, judulnya Talent is Overrated, karangannya Geoff Colvin, yang artinya bakat itu ga segitunya. Di buku itu, dilakukan riset akan orang-orang yang punya besar performance seperti musician, pemain bola, penulis novel, pemenang Nobel. Di aku dicari tau, sekeliling mana sih kemampuan membayangkan di bidangnya, barang apa yang berpengaruh paling besar cukup bisa menjadi seorang superior performer. Ternyata, dari riset yang ada, dibuktiin bahwa bakat itu ga terlalu ngaruh. Lalu barang apa dong? Pengalaman? Pengalaman atau experience lagi kelihatan ga terlalu berpengaruh untuk mendapatkan performance yang luar biasa. Terus, kalo bakat sama pengalaman nggak terlalu ngaruh, arkian barang apa nih yang berpengaruh secara signifikan?

Cara Belajar yang Efektif: Deliberate Practice (DP) - Zenius Blog

Ternyata yang sangat ngaruh secara bena itu merupakan deliberate practice. Jadi ceritanya gini.

Pertama. Apa bakat ngaruh? Sebenernya tetep ngaruh atas awalnya. Seorang superior performer butuh suatu tingkat kemampuan andaikan 200. Bakat itu sedia di setiap orang dari ada itu aman beda-beda di setiap orang. Ada yang 3, 4 atau 5 misalnya. Terus andaikan ketika masih TK, anak-anak ini ikut lomba, kelihatan yang tingkat bakatnya yang besar, menang. Dengan menang, otomatis dirinya ngerasa bangga dan sadar dirinya berbakat. Akhirnya, dirinya kepunyaan self confidence yang tinggi, cukup alhasil dirinya bertambah (hawa) nafsu untuk belajar lebih, dan kalo pula menciptakan kesulitan dirinya bahan belajar semakin keras. Nah, di keadaan anak yg lain, dengan tingkat bakat bertambah kecil, kelihatan dirinya angkat tangan nih. Karena kalah, mungkin dirinya ngerasa ga berbakat, dan alhasil dirinya bahan ngerasa males. Selanjutnya, lo bayangin kalo yang males ini ga belajar, dan yang satunya tetep belajar, sebenernya membayangkan masih bisa mengaras tingkat kemampuan 200 untuk menjadi superior performer. Walaupun awalnya yang perdana tingkatnya 8, yang kedua tingkatnya 4, dari 200 mempergiat masih jauh kan? Nah, sebenernya dengan perbedaan yang kecil ini mempergiat nggak terlalu ngaruh. Tapi, atas alhasil bahan berpengaruh ketika yang sedia di tingkat 8 ini, yang juara berkena TK tadi, berjalan (hawa) nafsu terus-terusan, tentunya kemampuannya semakin lama semakin meningkat, sementara yang kepunyaan tingkat 4 ini males, lama-lama perbedaannya aman hendak makin jauh, dan atas alhasil yang males mulanya bahan ketinggalan deh. Kemungkinan, yang bisa mengaras tingkat 200 dan sukses, akur yang mulanya belajar berjalan terusan (inget, dengan metode dan pembelajaran yang bener).

Sebenernya, ini fenomena banyak terjadi di Indonesia, dari gw liat di murid-murid gw, gw baca dan denger cerita, ini masih banyak terjadi.

“So, what is deliberate practice and why it is so important?”

Deliberate Practice (DP) itu adalah belajar dan edukasi berjalan menerus dengan cara yang bener. Gimana caranya? Misalnya gw butuh 20 sub skills untuk bisa jadi superior performer. DP itu merupakan bagaimana kita bisa menguasai fundamental skills secara bener, sehingga bisa kebentuk suatu frameworks dan big picture-nya, dan ngebentuk dan ngelatih sehingga jadi jagoan dan superior. Dan, alhasil bisa total ketika melakukan keadaan itu, akibat udah kepunyaan dasar-dasar yang bener.

Analoginya gini. Misalnya kita akan maen bulu tangkis. Banyak orang, ketika dirinya pengen nguasain suatu bidang, dirinya sering edukasi dengan banyakin tanding dengan ngelawan orang lain. Dengan ngebanyakin tanding, itu ningkatin pengalaman lo. Hal ini mungkin ningkat di awal, tetapi setelah 1-2 warsa dirinya hendak stuck, dan ga bisa berkembang lagi. Pengalaman itu belum berpengaruh secara bena untuk menjadi superior performer, akibat mungkin kita ngga sadar keadaan berarti barang apa yang sebenernya harus diperbaiki secara detail.

Sebenernya, barang apa yang diperluin merupakan dengan mem-breakdown hal-hal yang perlu dilatih secara detail. Misalnya pada bulu tangkis tadi. Pertama ningkatin stamina. Dengan lari, edukasi di tanjakan, ngelatih kaki, edukasi mukul terus-terusan, mukul dari kiri, kanan. Terus kemudian edukasi smash, ngelakuin dropshot secara berulang-ulang. Nah, DP itu merupakan gimana caranya lo ngelatih barang apa yang kurang dan sulit secara berulang-ulang dilatih berjalan cukup lancar, cukup bener-bener ngerti dan bisa banget.

Contoh lainnya, andaikan ngerjain soal matematika. Jangan cuma ngerjain soal campuran, dengan ngerjain semuanya. Itu namanya aktual ningkatin pengalaman lo aja. Yang signifikan merupakan ketika tryout, lo lihat kelemahan lo apa. Misalnya integral. Lo latih berjalan soal-soal akan integral yang spesifik, dengan konsep yang lo kuasain lebih-lebih dulu, berjalan variasinya lagi lo latih terus-menerus cukup terbiasa. Jangan abai foundation-nya lagi harus kuat, andaikan aljabar dasar, berhitung yang dasar, akibat gw liat nih, kelihatan banyak yang cara ngitungnya masih lemah. Misalnya kali-kalian atau tambah-tambahan secara bersusun, padahal banyak cara kreatif beda yang bertambah gokil dan efektif. Jadi basically, DP itu merupakan edukasi dasar dan spesifik terus-terusan  dan kalo udah ngerasa mantep banget, aktual belajar hall yang lain. Tanding atau ningkatin pengalaman lagi perlu banget, tetapi harus proporsional jg sama edukasi terus-menerus DP yang mulanya gw bilang.

Cara Belajar yang Efektif: Deliberate Practice (DP) - Zenius Blog

Berdasarkan research-nya, di banyak bidang beda kelihatan memang yang banyak berpengaruh itu merupakan DP. Jadi klo lo akan kepunyaan kemampuan yang luar biasa di suatu bidang, lo harus belajar dengan metode DP. Ini cocok banget kalo lo belajar dari lo masih muda. Kenapa? Karena lo butuh banyak waktu untuk ngelakuin itu. Misalnya akan persiapan SNMPTN atau SIMAK, jangan cuma ngerjain soal-soal campuran. Karena banyak nih yang ngelakuin ini. Rata-rata atas nggak akan memperdalam juga soal-soal babak awal. Alasannya akibat males. Wah, ini bahaya, akibat malah lo jadi susah ningkatin angka tryout, akibat berdasarkan pengalaman itu justru malah bikin angka nggak naik-naik.

Satu keadaan yang berarti juga merupakan DP itu butuh ketahanan badan (endurance) yang kuat. Ada yang bilang learning is fun. Di satu sisi emang bener, tetapi di sisi beda untuk memiliki endurance yang adiluhung banget itu berarti banget. Jangan pernah berhenti di tengah-tengah. Jangan tau-tau berhenti, akibat bisa jadi hasil belajar kita jadi nggak balance dan nggak maksimal. Kadang, kalo juga mood semangat, tetapi berkena nggak mood, lo tinggalin. Nah, itu jangan sampe tuh. GAWAT. Lo harus keep your endurance secara konstan terus-terusan. Gw bahan jelasin bertambah banyak juga akan how to keep balance, finding your passion, dan liberal arts lainnya di artikel gw yang beda deh. DP atau Deliberate practice itu ga enak sama sekali, akibat lo harus paksa badan lo, cukup bener-bener perfect. It’s not fun at all. Tapi, kalo lo akan bener-bener expert di suatu bidang, lo harus bersusah-susah duulu. Nah kalo lo suka dengan konsep ini, kindly spread the words ke temen-temen lo. Semoga guna, akur 🙂

oiya, more info, yg pengen belajar akan ningkatin badan lo, self concept yg bener gmn, lo bisa liat film pembelajarannya di www.zenius.net cuilan basic skills dan TPA, gw rasa bisa berguna lagi 🙂

(@sabdaps)

Founder & Teacher of Zenius Education

Kalo sedia di antara lo yang akan ngobrol atau diskusi sama Sabda tentang biaya siluman belajar ala deliberate practice, langsung aja tinggalin komentar di bawah artikel ini. Buat lo yang mungkin ngerasa pengen dapet biaya siluman belajar beda dari artikel zenius, gua sangat merekomendasikan artikel-artikel di bawah ini:

  • !


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

begitulah detil tentang Cara Belajar yang Efektif: Deliberate Practice (DP) - Zenius Blog semoga artikel ini menambah wawasan salam

tulisan ini diposting pada label cara belajar efektif, cara belajar efektif menghadapi ujian, cara belajar efektif dan efisien pdf, cara belajar efektif di sekolah, cara belajar efektif dan efisien, , tanggal 31-10-2019, di kutip dari https://www.zenius.net/blog/84/deliberate-practice-dp

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel